PAPER
MANAJEMEN
MASJID
Tugas ini Disusun Guna Mata Kuliah
Manajemen Lembaga Pendidikan Islam.
Dosen: Dr.Hizbul M.M.Pd
Disusun Oleh :
1.
Dwianto (1206010012)
2. Abdul
Wahab (1206010035)
3.
Rini anisah (0906010005)
4.
Ismail (1206010008)
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
FAKULTAS AGAMA ISLAM
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO
2015
KATA PENGANTAR
Segala puja dan
puji bagi Allah SWT, Dzat penguasa seluruh alam jagat raya. Teriring pula
shalawat dan salam semoga selalu tercurahkan kepada Rasulullah Muhammad SAW.
Amin.Sebagai wujud ikhtiar untuk meningkatkan
pengetahuan, pemahaman, dan keterampilan mahasiswa.
Kami menyusun Tugas paper ini
berdasarkan fakta yang kami dapat berbagai sumber-sumber dan
literature-literatur yang insya Allah dijamin kebenarannya.Kami berterima kasih
kepada semua pihak yang ikut membantu untuk terselesainya tugas
paper ini.
Kami menyadari
dalam pembuatan paper ini masih
banyak terdapat kekurangan dan kesalahan. Oleh karena itu, kritik dan saran
dari pembaca yang budiman sangat kami harapkan untuk kesempurnaan Paper ini pada
masa yang akan datang.
Demikian
pentingnya mata kuliah Manajemen lembaga
pendidikan islam bagi mahasiswa, maka perlu diadakan paper yang mampu merangsang kreativitas para mahasiswa.
Semoga kehadiran paper ini dapat
memberi manfaat bagi kita semua dalam menjalankan aktivitas belajar-mengajar.
BAB 1
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Firman Allah SWT ;
“ Dan sesungguhnya mesjid-mesjid itu adalah kepunyaan Allah. Maka
janganlah kamu menyembah seseorangpun di dalamnya di samping (menyembah)
Allah.” ( Qs al Jin ( 72 ): 18 )
Sabda Rosulullah Saw ; “Setiap Bagian dari bumi Allah adalah tempat sujud ( Masjid ). “ (HR
Muslim )
Masjid berasal
dari Bahasa Arab Sajada yang berarti tempat
sujud atau tempat menyembah Allah SWT. Masjid bagi kaum Muslimin, setiap Muslim
boleh melakukan Shalat diwilayah manapun di bumi ini, terkecuali di atas kuburan, ditampat yang bernajis, dan di tempat-tempat
yang menurut ukuran Syari’at Islam tidak sesuai untuk dijadikan tempat shalat.
Shalat
lima waktu, shalat jum’at, pengajian, dan lain sebagainya.yang seharusnya kita
menjaganya dari hal-hal yang akan merusaknya.
Selain
tempat ibadah masjid juga merupakan pusat kehidupan komunitas muslim. Kegiatan-kegiatan
perayaan hari besar, diskusi, kajian agama, ceramah dan belajar Al Qur'an
sering dilaksanakan di Masjid. Bahkan dalam sejarah Islam, masjid turut
memegang peranan dalam aktivitas sosial kemasyarakatan hingga kemiliteran.
Hidup
sebagai muslim tidak dapat dipisahkan dari keberadaan masjid, karena bagaimanpun Penyelenggaraan pendidikan
agama Islam dan perkembangannya tidak terlepas dari jasa besar masjid. karena
beberapa ibadah wajib diantaranya harus dilaksanakan di masjid. Ibadah tersebut
juga berarti praktek pendidikan agama Islam, seperti sholat berjamaah dan
sholat jum’at.
Beberapa
masjid, terutama masjid yang didanai oleh pemerintah, biasanya menyediakan
tempat belajar atau sekolah, yang mengajarkan baik ilmu keislaman maupun ilmu
umum. Sekolah ini memiliki tingkatan dari dasar sampai menengah, walaupun ada
beberapa sekolah yang menyediakan tingkat tinggi. Beberapa masjid biasanya
menyediakan pendidikan paruh waktu, biasanya setelah subuh, maupun pada sore
hari. Pendidikan di masjid ditujukan untuk segala usia, dan mencakup seluruh
pelajaran, mulai dari keislaman sampai sains. untuk mendekatkan generasi muda kepada masjid.
Pelajaran membaca Qur'an dan bahasa Arab, sebagaimana diketahui di beberap kota,
daerah, dan Negara, masjid sebagai
ajang sarana mencari ilmu pendidikan, Salah satu contoh masjid yang digunakan
sebagai sarana pendidikan adalah pada masa khalifah Abbasiyah, dimana masjid
digunakan sebagai tempat pertemuan ilmiah bagi para sarjana dan ulama. Selain
itu Masjidilharam misalnya, masjid ini selain digunakan sebagai tempat ibadah
juga digunakan untuk mendalami ilmu-ilmu agama berbagai madzhab.
Mesjid
sebagai tempat yang paling sentral bagi umat islam, yang hampir semua kegiatan
utama umat islam, Bagaimana peran, fungsi dan system yang digunakan dalam Manajemen
Masjid ;
1.
Bagaimana peran dan fungsi masjid dalam Manajemen
masjid?
2.
Bagaimana system pendidikan yang di gunakan di
masjid ?
3.
Bagaimana perkembangan pendidikan islam di
masjid ?
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Sejarah
Masjid
Sebuah
hadist yang diriwayatkan oleh Tirmizi dari Abi Sa’id Al-Khudri berbunyi bahwa tiap potong tanah itu adalah masjid. Dalam
hadist yang lain Nabi Muhammad saw menerangkan, “telah dijadikan tanah itu
masjid bagiku, tempat sujud”.
Masjid
berasal dari kata sajada-sujud, salah satunya bermakna mengikuti maupun menyesuaikan diri dengan ketepan Allah
berkaitan dengan alam raya.
Dalam
perkembangannya kata-kata masjid sudah memiliki pengertian khusus, yakni suatu
bangunan yang berfungsi dipergunakan sebagai tempat shalat, baik shalat lima
waktu, shalat jumat maupun shalat hari raya.[1][2]
Kata masjid di Indonesia menjadi istilah baku sehingga bila disebut kata-kata
masjid maka yang dimaksudkan adalah tempat melaksanakan shalat jumat.
Tempat-tempat shalat yang tidak dipergunakan untuk shalat jum’at maka tidak
disebut masjid di Indonesia.
Masjid
sebagai salah satu pemenuhan kebutuhan spiritual sebenarnya bukan hanya
berfungsi sebagai tempat shalat saja, tetapi juga merupakan pusat kegiatan sosial kemasyarakatan, seperti yang
telah dicontohkan oleh Rasulullah saw.
Beberapa
ayat dalam Al quran menyebutkan bahwa fungsi masjid adalah sebagai tempat yang
didalamnya banyak menyebut nama Allah (tempat berdzikir), tempat beri’tikaf, tempat
beribadah (shalat), pusat pertemuan islam untuk membicarakan urusan hidup dan
perjuangan .
B.
Fungi Utama Masjid
Fungi utama masjid adalah tempat sujud kepada
allah SWT, temapat shalat, dan tepat beribadah kepada-Nya.
Fungsi masjid
adalah :
1.
Masjid merupakan tempat kaum muslimin beribadat dan mendekatkan diri kepada
Allah SWT;
2.
Masjid adalah tempat kaum muslimin beri’tikaf, membersihkan diri, mengemleng
batin untuk membina kesadaran dan mendapatkan pengalaman batin/keagamaan
sehingga selalu terpelihara keseimbangan jiwa dan raga serta keutuhan
kepribadian;
3.
Masjid adalah tempat bermusyawarah kaum muslimin guna memecahkan
persoalan-persoalan yang timbul dalam masyarakat ;
4.
Masjid adalah tempat kaum muslimin berkonsultasi, mengajukan
kesulitan-kesulitan, meminta bantuan dan pertolongan;
5.
Masjid adalah tempat membina keutuhan ikatan jamaah dan kegotong-royongan
didalam mewujudkan kesejahteraan bersama.
6.
Masjid dengan majelis taklimnya merupakan wahana untuk meningkatkan
kecerdasan dan ilmu pengetahuan muslimin;
7.
Masjid adalah tempat pembinaan dan pengembangan kader-kader pimpinan umat;
8.
Masjid tempat mengumpulkan dana, menyimpan, dan membagikanya; dan
9.
Masjid tempat melaksanakan pengaturan dan supervisi sosial.
C.
Dakwah BIL Hal
Dakwa bilhal mempunyai ruang lingkup yang amat
luas.Dakwah bil hal dititik beratkan pada upaya :
1. Meningkatkatkan kualitas pemahaman dan amal
keagamaan pribadi muslimin sebagai bibit generasi bangsa yang mengacu kemajuan
ilmu dsn teknologi;
2. Meningkatkan kesadaran dan tata hidup beragama
dengan memantapkan mengukuhkan ukhuwah islamiyah;
3. Meningkatkan kesadaran hidup berbangsa dan
bernegara dikalangan umat islam sebagai perwujudan dari pengamalan ajaran
islam;
4. Meningkatkat kecerdasan dan kehidupan sosial
ekonomi umat melalui pendidikan dan
usaha ekonomi;
5. Meningkatkan taraf hidup umat, terutama kaum
dhuafa dan masakin;
6. Memberikan pertolongan dan pelayanan kepada
masyarakat yang memerlukan melalui berbagai kegiatan sosial, seperti pelayanan
kesehatan , panti asuhan, yatim piatu dan orang-orang jompo;
7. Menumbuh kembangakan semangat gotong-royong, kebersamaan,
kesetiakawanan, dan sosial melalui
kegiatan-kegiatan yang bersifat kemanusian;
D.
Peranan Masjid
1. Masjid Sebagai Sumber Aktivitas
Dalam sejarah perkembangan dakwah
Rasullah SAW.Terutama dalam Priode madinah, eksistensi masjid tidak hanya
dimanfaatkan sebagai pusat ibadah yang bersifat mukhdhah\khusus, seperti shalat,
tapi juga mempunyai peran sebagai berikut :
a.
Dalam keadaan darurat, sebagai pencapaian tujuan hijrah dimadinah, beliau
bukanya mendirikan benteng pertahanan untuk berjaga-jaga dari kemungkinan
serangan musuh tetapi terlebih dahulu membangun masjid
b.
Kalender islam yaitu tahun hijriyah dimolaih dengan pendirian masjid yang
pertama, yaitu pada tanggal 12 Rabiul Awal permulaan tahun hijriyah selanjutnya
jatuh pada tanggal 1 Muharram
c.
Dimekah agama islam tumbuh dan di madinah agama islam berkembang.
d.
Masjid menghubungkan ikatan yang terdiri dari kelompok orang muhajirin dan
Anshar dengan satu landasn keimanan kepada Allah SWT ; dan
e.
Masjid dirikan oleh orang-orang takwa secara bergotong-royong untuk
kemaslahatan bersama.
Pada zaman Rasullah saw.masjid secara garis
besar mempunyai 2 aspek kegiatan , yaitu :
a.
Sebagai pusat ibadah (shalat), dan
b.
Sebagai tempat pembinaan umat(poleksosbudmil)
Pada garis besarnya, operasional masjid
menyangkut :
a.
Aspek hissiyah
b.
Aspek maknawiyah
c.
Aspek ijtima’iyah
a.
Aspek hissiyah (banggunan)
Menyadari sepenuhnya peran masjid sebagai
tempat ibadah dan
pusat kegiatan umat, tujuan pendiriannya pun harus ditetapkan secarajelas dan
benar-benar disadari sejak awal
b.
Aspek Maknawiyah (tujuan)
Pada masa Rasullah saw., Pembangunan mempunyai
dua tujuan , yakni :
a.
Masjid dibangun atas dasar takwa dengan
melibatkan masjid sebagaipusatt ibadah dan pusat pembinaan jamaah /umat islam (At-Taubah
: 108);dan
b.
Masjid dibangun atas dasar permusuhan dan perpecahan dikalangan umat dan
sengaja untuk menghancurkan umat islam ( at-taubah : 107-108)
c.
Aspek Ijtimaiyah
Aspek kegiatan masjid sebenarnya dapat
dilihat berdasrkan ruang lingkup
kelembagaan masjid itu sendiri
a. Lembaga dakwah dan bakti sosial
Kegiatan dakwa
dapat dilihat dalam bentuk pengajian/ tablik, diskusi,
siraturahmi, dan lain-lain.
b. Lembaga Manajemen dan Dana
Hal ini erat berkaitanya dengan kualitas sumberdaya
manusia pengelola, pengurus, khususnya visi, kreativitas dan wawasan
sosioreligius—mereka dalam menghidupkan “ potensi masjid.
c. Lembaga pengelola dan jamaah
Kedua komponen
ini merupakan pilar utama yang memungkinkan berlangsungnya aneka kegiatan
masjid.
Firman Allah SWT :
وَأَنَّ
ٱلۡمَسَٰجِدَ لِلَّهِ فَلَا تَدۡعُواْ مَعَ ٱللَّهِ أَحَدٗا ١٨
“Dan sesungguhnya masjid-masjid itu adalah
kepunyaan Allah , maka janganlah kamu menyembah seseorangpun didalamnya selain
Allah....’(al-jin: 18)
2. Masjid dalam Arus Informasi Modern
Islam agama universal (kaffah atau menyeluruh)
ditakdir
Sebagai tuntunan tempat dan zaman.era yang
ditandai dengan kian gencarnya
penbanggunan menyeluruh dan pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi
, dengan acuan utamanya.
Pada satu sisi, era ini memang membawa
dampak dalam sektor
kehidupan.Era globalisasi dengan dampak
positip dan negatifnya hadirndan memasuki kehidupan kita.
E.
Ruang Lingkup Masjid
1. Eksistensi Masjid
Dewasa ini umat islam terus-menerus mengupayakan pembangunan masjid.Bermunculan
masjid-masjid baru diberbagai tempat, disamping atas renovasi masjid-masjid
lama.Semangat upayakan pembangunan rumah-rumah Allah itu layak dibanggakan.Hampir diseantero tanah air
tidak ada yang tidak bersentuh oleh
pembangunan masjid.Ada yang berukuran kecil tetapi mungil yang besar dan
menengah.
a. Masjid sebagai Pelengkap
Tidak sedikit masjid diadakan
sekedar pelengkap dalam suatu Lingkungan. Misalnya dipabrik, kantor-kantor, perusahaan, pasar,
terminal, kampus, atau ditempat rekreasi.
Dalam pembinaan umat yang dilakukan Rasullah pertama kali adalah membangun masjid, sesudah itu baru membangun
prasana lainya.Jika masjid sudah berfungsi mendekati citra yang disunahkan
Rasullah, masjid ingsa Allah akan mempunyai sekolah, masjid punya pabrik’masjid
punya kampus, masjid punya kantor, masjid punya perusahaan, masjid terminal, dan
masjid punya tempat rekreasi.
b. Mubalig Terbang
Rasullah selalu dekat dan akrab dengan jamaah sekitarnya, sehingga jamaah merasa dikontrol, diawasi dan selalu
perhatikan.Kalau ada jamaah yang kesulitan, setiap saat mereka bisa
berkomunikasi dengan Rasullah.
Kalau kegiatan masjid yang para pencerahmanya semua dari penceramah terbang (undangan) terus
kapan mubalig mengontrol jamaah apa lagi
kalau si mubalig menyampaikan dakwanya dengan cara ceramah ? kapan meningkat
menjadi materi taklim? Sejauh mana tanggung jawabnya terhadap jamaah? Kapan si
mubalig bisa mengontrol jamaah? Bagaimana ia mengetahui jamaah mengamalkan
ilmunya ?Bagiamana ia bisa mengetahui kondisi keadaan jamaahnya ?Kalau pengurus
selalu bertumpu pada mubalig terbang, kepada
siapa jamaah harus meminta jawaban pertanyaan mereka ? alakah mubazirnya kalau
materi si ceramaah mubaligh kurang menyentuh kebutuhan jamaah.
c.
Mubalig kurang dikenal di Lingkungannya
Banyak mubalig yang diudang berceramah dari satu daerah kedaerah lain atau biasa
disebut mubalig terbang.
2. Dinamika Masjid
Dinamika masjid sangat ditentukan
oleh faktor obyektif umat islam disekitarnya. Umat yang dinamis akan
menjadikan masjidnya dinamis.
a.
Suara Azan
Suara azan berkumandang dari masjid setiap
waktu shalat akan mengerakan orang-orang beriman untuk menangguhkan segala
kesibukan mereka dan bergegas mendatangi masjid guna menunaikan kewjiban shalat
fardhu.
b.
Shalat Berjamaah
Masjid adalah tempat shalat berjamaah.Banyak
jamaah yang melaksakan shalat berjamaah
untuk menunjukan masjid itu rame dan makmur.
c.
Suara ayat-ayat suci
Suara ayat-ayat suci Al-Qur’an senantiasa
terdengar dimasjid merupakan salah satu ciri dinamika masjid.
3. Problem Matika Masjid
Masjid tidak luput dari berbagai problematika, baik menyakut, pengurus kegiatan,
maupun berkenaan dengan jamaah.Fungsi masjid menjadi tidak berjalan sebagaimana
mestinya, sehingga keadaan masjid tak berbeda
dengan bangunan biasa.
a.
Pengurus tertutup
Pengurus masjid
dipilih oleh jamaah dan dari jamaah secara demokratis. Mereka dianggap tepat : perkirakan mampu
mengemban amanah jamaah.
Pengurus dengan
corak kepemimpinan tertutup biasanya tidak peduli terhadap aspirasi jamaahnya.
b.
Jamaah Pasif
Jamaah pasif juga merupakan
salah satu faktor penghambat kemajuan
dan kemakmuran masjid.Dalam pembangunan atau pun dalam pelaksanaan kegiatan
masjid, dukungan dan partisipasi dari jamaah sangat diharapkan.
c.
Berpihak pada Satu Golongan atau Paham
Pengurus masjid
yang dalam melaksanakan tugas pembangunan atau kegiatan melaksanakan ibadah memihak satu
golongan atau paham akan mengakibatkan jamaah itu pasif. Pengurus masjid justru
harus berangkat dari kesadaran dan pemahaman bahwa jamaah beranekaragam.
d.
Kegiatan Kurang
Memfungsikan masjid semata-mata sebagai tempat
ibadah shalat jum’at otomatis menisbikan inisiatf untuk mengelorakan
kegitan-kegiatan lain.
e.
Tempat Wudhu Kotor
Kurang pemeliharaan mengakibatkan masjid kotor
dan rusak.Bila tempat pengambilan air wudhu dan WC kurang dirawat dan dibersikan dari situ meruyak bau yang
menyengat.Berbagai problematika diatas selayaknya dipandang sebagai tantangan.
4. Mengatasi problematika Masjid
Setiap problematika masjid yang muncul perlu diatasi sesuai dengan keadaan
dan kemampuan pengurus dan jamaah masjid.Problematika masjid yang muncul tidak
boleh dibiarkan berlarut senghingga keadaan semakin parah dan berat.
a.
Musyawarah
Melalui musyawarah ini diharapkan berbagai
pemikiran dan Dan pandangan dapat di kemukakan dalam rangka mencari
artenatif pemecahan yang terbaik.
b.
Keterbukaan
Keterbukaan bukan saja akan menumbuhkan
kepercayaan jamaah , terhadap pengurus
melainkan juga akan mendorong
terlaksanananya kegiatan dengan baik dan hubungan kerja sama yang elok antara
pengurus dan jamaah baik dalam melaksanakan berbagai kegiatan maupun dalam
mengatasi berbagai problematika masjid.Keterbukaan tidak akan tercipta apa bila
pengurus bersifat tertutup.
c.
Kerja sama
Hubungan dan kerja sama pengurus dengan jamaah
sangat di
perlukan dalam mengatasi b erbagai
problematika masjid.Tanpa kerja sama, maslah tetap tinggal masalah.
Syarat untuk mempelihara keterbukaan adalah suasana demokratis atau musyawarah. Pengurus jamaah
yang memiliki rasa tanggung jawab yang besar serta menyadari tanggung jawab
mereka sebagai muslim yang diperintahkan oleh Allah SWT agar memakmurkan masjid
tentu tidak tinggal diam ketika masjid dililit nmasalah.
5. Mempelihara Citra Masjid
Ditempat inilah umat islam beribadah, menghadapkan
wajahnya
kepada Allah SWT.Apabila ada orang mengotori
masjid sudah sewajarnya umat islam tersinggung dan marah.Pempeliharaan dan pelestarian citra
masjid terpikul sepenuhnya di pundak umat Islam.
a. Akhlak Pengurus
Setiap pengurus masjid harus memiliki Akhlak yang baik dan mulia. Sebagai pribadi yang bertanggung jawab dalam
pengelaan masjid, kualitas kepemimpinan dan kemampuan managerial saja belum
cukup.
Pengurus yang berakhlak baik dan mulia tentunya akan bertindak dan berbuat yang baik dan bermanfaat dimasjid
sehingga citra masjid juga menjadi baik.
b.
Akhlak Jamaah
Tidak hanya pengurus jamaah, pun perlu memiliki akhlak yang
baik dan mulia.Merupakan kewajiban pengurus
untuk senantiasa membina jamaahnya agar memiki akhlak yang terpuji.
c. Kebersihan masjid
Kebersihan masjid harus senantiasa dipelihara oleh
pengurus dan Jamaah masjid.Masjid yang bersih akan mewujudkan suasana ibadah
yang tenang dan khusyuk.
d. Pelaksanaan ibadah
Pelaksanaan
ibadah dimasjid harus disesuaikan dengan aturan yang dalam ajaran
islam Patron acuan adalah Al-Qur’an dan As-sunnah Rasullah.
A.
ARTI ADMINISTRASI
Pada Zaman hindia belanda istilah administrasi
umumnya
Dialihkan menjadi tata usaha yang berati
segala kegiatan yang meliputi tulis menulis,mengetik,korespondensi,kearsipan
dan sebagainya.Kata admistrasi berasal dari bahasa yunani ad-minis- trare yang
berarti pengabdian atau sevice pelayanan.
Menurut
prof.prajudi.Atmosudirjo admistrasi dibedakan
Menjadi dua pengertian :
1.
Aministrasi dalam pengertian sempit
Administrasi dalam pengertian sempit yaitu
tata usaha atau office work yang meliputi kegiatan catat-mencatat,tulis menulis,mengetik,korepondensi,kearsipan,dan
sebagainya.
2.
Administrasi dalam pengertian luas
Admistrasi dalam pengeertian luas adalah
keseluruhan proses kerja sama antara dua orang atau lebih yang didasarkan atas
rasionalitas tertentu untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan
sebelumnya.(DR.Sondang.P.Siagan.,MPA)
B.
Arti Organisasi
Unsur-unsur yang menyebabkan timbulnya organisai
adalah :
1.
Kegiatan yang akan dilaksanakan
2.
Ada dua orang atau lebih
3.
Ada kerja sama dan
4.
Ada tujuan yang ingin dicapai
C.
ARTI MANAJEMEN
Dalam bahasa englis istilah manajemen
diartikan sama
dengan Managing
.Di indonesia kata manajement(inggris) diterjemahkan menjadi pelbagi istilah
,misalnya :
1.
Pengurus
2.
Pengelolaan
3.
Ketatalaksanaan
4.
Kepemimpinan
5.
Pembimbingan
6.
Pembinaan
7.
Penyelenggaraan
8.
Penanganan
1.
Idarah Masjid
Idarah binail maadiy adalah manajemen secara
fisik yang
yang meliputi kepengurusan masjid ,pengaturan
pembangunan fisik
masjid,penjagaan
kehormatan,kebersihan,ketertiban dan keindahan masjid termasuk tanaman dilingkungan
masjid pengaturan keuangan dan
administrasi Masjid,pempeliharaan agar masjid tetap suci,terpandang,menarik,dan
bermanfaat bagi kehidupan Umat dan sebagainya.
Idarah Binail ruhiy adalah pengaturan tetang
pelaksanaan
Fungsi masjid sebagai wadah pembinaan
umat,sebagai pusat pembangunan umat dan kebudayaan islam seperti dicontohkan
Rasullah Saw.
Tujuan Idarah Binail Ruhiy adalah
1.
Pembinaan kepribadian-kepribadian kaum muslimin yang menjadi umat yang
benar-benar mukmin .Firman Allah SWT :
إِنَّ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ
وَهَاجَرُواْ وَجَٰهَدُواْ بِأَمۡوَٰلِهِمۡ وَأَنفُسِهِمۡ فِي سَبِيلِ ٱللَّهِ وَٱلَّذِينَ
ءَاوَواْ وَّنَصَرُوٓاْ أُوْلَٰٓئِكَ بَعۡضُهُمۡ أَوۡلِيَآءُ بَعۡضٖۚ وَٱلَّذِينَ
ءَامَنُواْ وَلَمۡ يُهَاجِرُواْ مَا لَكُم مِّن وَلَٰيَتِهِم مِّن شَيۡءٍ حَتَّىٰ
يُهَاجِرُواْۚ وَإِنِ ٱسۡتَنصَرُوكُمۡ فِي ٱلدِّينِ فَعَلَيۡكُمُ ٱلنَّصۡرُ إِلَّا
عَلَىٰ قَوۡمِۢ بَيۡنَكُمۡ وَبَيۡنَهُم مِّيثَٰقٞۗ وَٱللَّهُ بِمَا تَعۡمَلُونَ
بَصِيرٞ ٧٢
Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan
berhijrah serta berjihad dengan harta jiwa mereka pada jalan Allah dan
orang-orang yang memberikan tempat kediaman dan pertolongan (kepada orang-orang
muhajirin)mereka itu satu sama lain saling melindungi....”(QS.al-Anfal:72)
2.
Pembinaan manusia mukmin yang cinta ilmu pengetahuan dan bergairah kepada ilmu dan teknologi.sabda Rasullah
Saw.:
Tuntutlah ilmu dari ayunnan hingga ke liang
lahat
3.
Pembinaan muslimah masjid menjadi Mar’atun shalihatun sabda nabi Muhammad Saw
:
Dunia ini adalah perhiasan,dan sebaik-baiknya
perhiasan adalah wanita yang saleh.’
4.
Pembinaan Remaja atau Pemuda masjid
menjadi pemuda seperti yang difirmankan Allah Swt
نَّحۡنُ
نَقُصُّ عَلَيۡكَ نَبَأَهُم بِٱلۡحَقِّۚ إِنَّهُمۡ فِتۡيَةٌ ءَامَنُواْ
بِرَبِّهِمۡ وَزِدۡنَٰهُمۡ هُدٗى ١٣
Sesungguhnya mereka adalah sekelompok pemuda
beriman kepada Allah,Allah menambahkan petunjuk kepada mereka(al-kahfi:13)
5.
Pembinaan para sarjana muslim.firman Allah Swt
:
يَٰٓأَيُّهَا
ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓاْ إِذَا قِيلَ لَكُمۡ تَفَسَّحُواْ فِي ٱلۡمَجَٰلِسِ فَٱفۡسَحُواْ
يَفۡسَحِ ٱللَّهُ لَكُمۡۖ وَإِذَا قِيلَ ٱنشُزُواْ فَٱنشُزُواْ يَرۡفَعِ ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ
ءَامَنُواْ مِنكُمۡ وَٱلَّذِينَ أُوتُواْ ٱلۡعِلۡمَ دَرَجَٰتٖۚ وَٱللَّهُ بِمَا
تَعۡمَلُونَ خَبِيرٞ ١١
Allah akan meninggikan orang-orang yang
beriman berilmu diantra kamu beberapa derajat...Al-Mujadilah ayat 11)
6.
Pembinaan pandangan hidup muslim yang berwatak pengkaji
7.
Membina umat yang giat bekerja,rajin,tekun dan disiplin yang mempunyai sifat
sabar,jihad, dan takwa.
قُلۡ
يَٰقَوۡمِ ٱعۡمَلُواْ عَلَىٰ مَكَانَتِكُمۡ إِنِّي عَامِلٞۖ فَسَوۡفَ تَعۡلَمُونَ
مَن تَكُونُ لَهُۥ عَٰقِبَةُ ٱلدَّارِۚ إِنَّهُۥ لَا يُفۡلِحُ ٱلظَّٰلِمُونَ ١٣٥
Katakanlah hai kaumku,bekerjalah menurut
kemampuan kamu ,sesungguhnya aku juga bekerja...(al-An’aam:135)
8. Membanggun masyrakat yang memiliki sifat kasih
sayang,masyarakat marhamah,masyarakat bertakwa,dann masyrakat yang memupuk rasa
persamaan .firman Allah :
ثُمَّ
كَانَ مِنَ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَتَوَاصَوۡاْ بِٱلصَّبۡرِ وَتَوَاصَوۡاْ بِٱلۡمَرۡحَمَةِ
١٧
Saling mengasilah kamu supaya bersikap sabar
dan bersikap mengasihi “(al-Balad : 17)
9.
Masyarakat yang tahu dan melaksanakan kewajiban menurut
semestinya,masyarakat yang tahu dan melaksanakan kewajiban menuntut mestinya,masyarakat
yang bersedia mengorbankan,tenaga,dan
pikiran untuk membangun kehidupan yang diridhai Allah.Sabda Nabi SAW .:
Berbuatlah untuk duniamu seolah-olah engkau
akan hidup selama-lamanya dan beramalah untuk hari akhirmu seolah-olah akan
mati esok hari.
2.
Merencanakan Idarah Masjid
Idarah masjid adalah usaha-usaha untuk
merealisasi
kan fungsi-fungsi masjid sebagaimana
mestinya.Jadi pengetahuan dan pemahaman harus ditingkatkan menjadi amal nyata
dan kegiatan yang bersungguh-sungguh dalam membina umat islam menjadi ummatan
wasathan,umat pembawa rahmat
untuk manusia.
3.
Pengelolaan Masjid di Desa
Masjid adalah tempat
beribadah.Kegiatan-kegiatan
Lain yang juga melembaga didalamnya adalah :
a.
Belajar mengaji buat kanak-kanak
b.
Mengumpulkan dan membagikan zakat fitrah
c.
Menyelenggarakan isro mi,raj,mauludan dan kathaman(syukuran bagi anak-anak
yang telah tamat membaca Al-Qur’an dan
d.
Sekalipun belum merata disemua masjid,bebera tempat secara teratur
melenggarakan pengajian khusus bagi kalangan ibu.
4.
Pengurusan dan Pengelolaan masjid
Artinya masjid memerlukan keterangan dan
penjelasan yang serba tertulis tentang.
a.
Keadaan dsn kondisi jamaah masjid ,berupa daftar nama dari semua jamaah
yang dilengkapi dengan keterangan data
diri dan keluarganya.
b.
Keadaan harta kekayaan masjid
c.
Catatan tetang kithanan,pernikahan,kematian dan lain-lain.
d.
Daftar atau catatan tentang perpustakaan masjid dan
e.
Catatan-catatan lain nya yang diperlukan sesuai dengsn lingkunganya.
a.
Tugas dan tanggung jawab pengurus Masjid
1.
Mempelihara masjid
Masjid sebagai tempat ibadah menghadap Allah
perlu dipelihara dengan baik.
2.
Mengatur kegiatan
Segala kegiatan yang dilaksanakan dimasjid
menjadi tugas dan tanggung jawab pengurus masjid untuk mengaturnya.Baik
kegiatan ibadah rutin maupun kegiatan-kegiatan lainya.
b.
Rencana Kerja Masjid
1.
Ibadah shalat Jum’at
Dalam hal ini yang patut diperhatikan ialah
siapa-siapa yang pantas dan tepat untuk mejadi khatib dan iman.
2. Pengajian atau Ceramah
Selain waktunya yang dirancang agar jamaah
bisa hadir juga mesti sudah persiapkan tenaga atau penceramah dan bahan-bahan
atau temanya,sehingga bisa menarik dan berkesan dihati hadirin.
3. Kursus atau pendidika Dasar
Sasran ini dapat dicapai diantranya
melalui suatu pendidikan kursus
D.
STRUKTUR DAN BAGAN ORGANISASI MASJID
1. Struktur Oganisai Masjid
Stuktur organisasi masjid adalah susunan
unit-unit
Kerja menunjukan hubungan antara unitadanya
pembagian kerja sekaligus keterpaduan fungsi-fungsi
Atau kegiatan-kegiatan yang berbeda-beda
tersebut dan adanya weweng garis
pemberian tugas dan laporan
2.
Bagan Organisin Masjid
Contoh Stuktur Bagan oganisasi Masjid
3.
Pembagian Tugas Para Anggota Pengurus Masjid
1.
Ketua
1.
Memimpin dan mengendalikan kegiatan para
anggota
mengedalikan kegiatan para anggota pengurus dalam melaksanakan tugasnya
sehingga mereka tetap berada pada kedudukan atau fungsinya masing-masing
2.
Mewakili Organisasi keluar dan
kedalam
3.
Melaksanakan program dan mengamankan kebijaksanaan pemerintah sesuai dengan
peraturan yang berlaku
4.
Menandatangani surat-surat penting termasuk surat atau pengeluaran uang
/dana/hartakekayaan organisasi
5.
Mengatasi segala permasalahan atas pelaksanaan tugas yang dijalankan oleh
para penggurus.
6.
Mengevaluasi semua kegiatan yang dilaksanakan oleh para pengurus
7.
Melaporkan dan mempertanggung jawabkan pelaksanaan seluruh tugas organisasi
kepada jamaah
II. WAKIL KETUA
1.
Mewakili ketua apabila yang bersangkutan tidak hadir atau tidak ada
ditempat
2.
Membantu ketua dalam menjalankan tugasnya sehari-hari
3.
Melaksanakan tugas atau program tertetu berdasarkan musyawarah
4.
Melaporkan dan mempertanggungjawabkan pelaksan
tugasnya kepada ketua.
III. SEKRETARIS
1.
Mewakili ketua dan wakil ketua apabila yang bersangkutan tidak hadir atau
tidak ada ditempat
2.
Memberikan pelayanan teknis dan administratif
3.
Membuat dan mendistribusikan undangan
4.
Membuat daftar hadir rapat /pertemuan
5.
Mencacat dan menyusun notulen rapat/pertemuan dan
6.
Mengerjakan seluruh pekerjaan sekretariat yang mencangkup:
a.
Membuat surat menyurat dan mengarsipkannya
b.
Mempelihara daftar jamaah/guru gaji/majelis taklim
c.
Membuat laporan organisasi (bulanan,
Triwulan dan tahunan)termasuk
musyawarah-musyawarah pengurus dan masjid (musyawarah jamaah) dan
7.
Melaporkan dan mempertanggung jawabkan pelaksanaan tugasnya kepada ketua\wakil
ketua.
VI. WAKIL BENDAHARA
1.
Mewakili bendahara apabila yang bersangkutan tidak hadir atau tidak ada
ditempat
2.
Membantu bendahara dalam menjalankan tugasnya sehari-hari dan
3.
Melaporkan dan mempertanggungjawabkan pelaksanaan tugasnya kepada
bendahara.
VII. SEKSI PENDIDIKAN DAN DAKWAH
1.
Merencanakan,mengatur,melaksanakan kegiatan pendidikandan dakwah yang
meliputi
:
a.
Memperinggati hari besar islam
kegiatan majelis taklim dan
pengajian-pengajian.
b.
Jadwal iman dan khatib jum’at
c.
Jadwal muazin dan bilal jum’at
d.
Shalat idul fitri dan Idul Adha
2.
Mengkoordinir kegiatan shalat
jum’at:
a.
Mengumumkan petugas khatib,iman,
Muazin dan bilal jum’at
b.
Mengumumkan kegiatan-kegiatan yang ada
Hubunganya dengan unit kerja intern dan
ekstern
c.
Mengendalikan kegiatan remaja majid
Ibu-ibu dan anak-anak
d.
Melaksanakan tugas khusus yang diberikan oleh ketua dan
e.
Melaporkan dan pertanggungjawaban
Pelaksanaan tugasnya kepada ketua
V111. SEKSI PEMBANGUNAN DAN PEMELIHARAAN
1.
Merencankan,mengatur,dan melaksanakan kegiatan kegiatan pembangunan dan
pemeliharaan masjid yang meliputi :
a.
Membuat program pembanggunan masjid dan reabilitasnya
b.
Membuat rencana anggaran pembangunan dan gambar bangunan dan
c.
Melaksankan kegiatan pembangunan reabili
tasi sesuai dengan program.
2.
Mengatur kebersihan keindahan dan kenyamanan didalam dan diluar masjid
3.
Mempelihara sarana dan prasana masjid
4.
Mendata kerusakan saranadan prasarana masjid
Dan mengusulkan perbaikannya atau
pengantiannya.
5.
Melaksanakan tugas khusus yang diberikan oleh ketua dan
6.
Melaporkan pertangungjawaban pelaqksanaan tugasnya kepada ketua.
IX. SEKSI PERALATAN DANPERLENGKAPAN
1.
Merencankan mengatur ,menyiapkan peralatan yang meliputi:
a.
Mengiventarisasi harta kekayaan masjid
b.
Menyiapkan pengadaan peralatan untuk kelancaran kegiatan masjid
c.
Mendata barang-barang yang rusak atau yang hilang dan menyusun rencana
pengadaannya atau pengantinya dan
d.
Mengatur,melengkapi sarana dan prasarana perpustakaan masjid
2.
Melaksanakan tugas khusus yang diberikan oleh ketua dan
3.
Melaporkan dan pertanggungjawabkan pelaksan- aan tugasnya kepada ketua.
X. SEKSI SOSIAL DAN KEMASYARAKATAN
1. merencanakan,mengatur,dan melaksanakan
kegiatan soasial kenasyarakatan yang meliputi :
a.
Santunan kepada yatimpiatu,janda,jompo dan orang yang terlantar
b.
Khitanan massal
c.
Pernikahan
d.
Kematian
e.
Qurban/akikah
2.melakukan koordinasi dengan pengurus rt/rw dan
Pemuka agama/tokoh masyarakat dalam
pelaksanaan tugasnya
3.melaksanakan kegiatan khusus yang diberikan
oleh ketua dan
4. melaporkan dan mempertanggungjaqwabkan
pelaksanaan tugasnya kepada ketua.
XI. PEMBANTU UMUM(KOORDINATOR UMUM)
1.
Membantu secara umum kelancaran kegiatan pengurus masjid meliputi :
a.
Penyampaian udangan
b.
Mengumpulkan infak,sedekah,amal jariah
Zakat
c.
Mengajak masyarakat memakmurkan masjid
d.
Kegiatan-kegiatan lain (seperti penyuluhan dari pemerintah) dan
e.
Sebagai penghubung organisai dengan jamaah masyarakat dan sebagainya.
4.
Kelengkapan Organisasi Masjid
1.
SEKRETARIS
a.
Buku notulen
b.
Buku agenda
c.
Buku anggota
d.
Buku ekspedisi
e.
Alat tulis kantor
2.BENDAHARA
a. buku kas
b. Buku Inventaris
c. Alat Tulis Kantor
5. Kekompakan Pengurus Masjid
Kekompakan pengurus masjid sangat berpengaruh
Terhadap kehidupan masjid.
a.
Saling pengertian
Setiap pengurus perlu memili sifat saling.
pengertian dengan menyadari perbedaan fungsi dan kedudukan masing-masing.
b.
Tolong menolong
Pengurus masjid juga harus memiliki rasa
tolong-menolong atau berusaha untuk saling
menolong.
c.
Nasehat Menasehati
Sesama pengurus masjid juga perlu saling
menasehati.Apabila ada pengurus yang berbuat
kesalahan dan kekeliruan dalam melaksanakan tugas kegiatan-kegiatannya,ia harus
dengan senang hati menerima teguran dan saran-saran pengurus yang lain.
E.
KEPEMIMPINAN MASJID
Pemimpinan Dalam mengemban amanat kepemimpinan
tersebut,pemimpin memiliki tipeatau gaya sendiri-sendiri
:
1.
Gaya kepemimpinan otoriter,otokrasi adalah sangat memaksakan,sangat
merndesakan kekuasaannyakepada bawahan
2.
Gaya kepemimpinan demokratis artinya,bersikap tegah antara memaksakan
kehendak dan memberi kelonggaran kepada bawahan.
3.
Gaya kepemimpinan laissez faire yakni sikap memebaskan bawahan
4.
Gaya kepemimpinan stuasional yakni suatu sikap yang lebih melihat situasi
:kapan harus bersikap memaksa,kapan harus moderat,dan pada suatuasi apa pula
pemimpin harus memberikan keluasaan pada bawahan.
1.
Ciri –ciri pemimpin bertipe otoriter
1)
Tanpa musyawarah
2)
Tidak mau menerima saran dari bawahan
3)
Memintingkan diri sendiri dan kelompok
4)
Selalu memerintah
5)
Memberikan tugas mendadak
6)
Cenderung menyukai bawahan yang ABG(asal bapak senang)
7)
Sikap keras terhadap bawahan
8)
Sikap keputusannya tidak dapat dibantah
9)
Kekuasannya mutlak ditangan pemimpin
10)
Hubungan dengan bawahan kurang serasi
11)
Bertindak sewenang-wenang
12)
Tanpa kenal apapun atas kesalahan bawahan
13)
Kurang mempercayai bawahan
14)
Kurang mendorong semangat kerja bawahan
15)
Kurang mawas diri
16)
Selalu tertutup
17)
Suka mengancam
18)
Kurang menghiraukan usulan bawahan
19)
Ada rasa bangga bila bawahan takut
20)
Tidak suka bawahan pandai dan berkembang
21)
Kurang memiliki rasa kekeluargaan
22)
Sering marah-marah
23)
Senang sanjungan.
2.
Ciri-ciri pemimpin bertipe demokratis
1.
Pendapatnya berfokus pada hasil musyawarah
2.
Tenggang rasa
3.
Memberi kesempatan mengembangakan karierbawahan
4.
Selalu memerima kritik bawahan
5.
Menciptakan suasana kekeluargaan
6.
Mengetahui kekurangan dan kelebihan bawahan
7.
Komunikatif dengan bawahan
8.
Berpatisipasif bawahan
9.
Tanggap terhadap situasi
10.
Kurang mementingkan diri sendiri
11.
Mawas diri
12.
Tidak bersikap menggurui
13.
Senang bawahan kreatif
14.
Menerima ususlan atau pendapat bawahan
15.
Lapanga dada
16.
Terbuka
17.
Mendorong bawahan untuk mencapai hasil yang baik
18.
Tidak sombong
19.
Menghargai pendapat bawahan
20.
Mau membimbing bawahan
21.
Mau bekerja sama dengan bawahan
22.
Tidak muda putus asa
23.
Tujuan dipahami bawahan
24.
Percaya pada bawahan
25.
Tidak berjarak dengan bawahan
26.
Adil dan bijaksana
27.
Suka rapat(musyawarah)
28.
Mau medelegasikan tugas kepada bawahan
29.
Pemaaf kepada bawahan
30.
Selalu mendahulukan hal-hal yang penting
3.
Ciri-ciri pemimpin yang bertipe laissez-faire
1.
Pemimpin bersikap pasif
2.
Semua tugas diberikan kepada bawahan
3.
Tidak tegas
4.
Kurang memperhatikan kekurangan dan kelebihan bawahan
5.
Percaya kepada bawahan
6.
Pelaksanaan tugasnya tidak terkendali
7.
Mudah dibohongi bawahan
8.
Kurang kreatif
9.
Kurang mawas diri
10.
Perencanaan dan tujuan kurang jelas
11.
Kurang memberikan dorongan kepada bawahan
12.
Banyak bawahan merasa dirinya sebagai orang yang berkuasa
13.
Kurang rasa tanggung jawab
14.
Kurang berwibawa
15.
Menjujung tinggi hak asasi
16.
Menghargai pendapat bawahan
17.
Kurang bermusyawarah
4.
Ciri-ciri pemimpin bertipe Situasional
1)
Sumpel dan luwes
2)
Berwasan luas
3)
Mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan
4)
Mampu mengerakan bawahan
5)
Bersikap kersa pada saat-saat tertentu
6)
Berprinsip konsisten terhadap suatu maslah
7)
Mempunyai tujuan yang jelas
8)
Bersikap terbuka menyakut bawahan
9)
Mau membantu memecahkan permaslahan wahan
10)
Mengetamakan suasana kekeluargaan
11)
Berkomunikasi dengan baik
12)
mengutamakan produktivitas kerja
13)
Bertanggung jawab
14)
Mau memberikan tanggung jawab kepada bawahan
15)
Memberikan kesempatan kepada bawahan untuk mengutrakan pendapat pada saat
tertentu
16)
Melakukan atau mengutamakan pengawasan melekat
17)
Mengetahui kelemahan dan kelebihan bawahan
18)
Mengutamakan kepentingan bersama
19)
Bersikap tegas dalam situasi dan kondisi tertentu
20)
Mau menerima saran dan kritik dari bawahan .
BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
A.
Sejarah manajemen Masjid
Sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Tirmizi dari Abi Sa’id Al-Khudri
berbunyi bahwa tiap potong tanah itu adalah masjid.
Dalam
hadist yang lain Nabi Muhammad saw menerangkan, “telah dijadikan tanah itu
masjid bagiku, tempat sujud”. Masjid
berasal dari kata sajada-sujud, salah satunya bermakna mengikuti maupun menyesuaikan diri dengan ketepan Allah berkaitan
dengan alam raya.
Dalam perkembangannya kata-kata
masjid sudah memiliki pengertian khusus, yakni suatu bangunan yang berfungsi
dipergunakan sebagai tempat shalat, baik shalat lima waktu, shalat jumat maupun
shalat hari raya.[2][2] Kata masjid di Indonesia menjadi istilah baku sehingga bila
disebut kata-kata masjid maka yang dimaksudkan adalah tempat melaksanakan
shalat jumat. Tempat-tempat shalat yang tidak dipergunakan untuk shalat jum’at
maka tidak disebut masjid di Indonesia.
Masjid
sebagai salah satu pemenuhan kebutuhan spiritual sebenarnya bukan hanya
berfungsi sebagai tempat shalat saja, tetapi juga merupakan pusat kegiatan sosial kemasyarakatan, seperti yang
telah dicontohkan oleh Rasulullah saw.
Beberapa ayat dalam Al quran menyebutkan bahwa
fungsi masjid adalah sebagai tempat yang didalamnya banyak menyebut nama Allah
(tempat berdzikir), tempat beri’tikaf, tempat beribadah (shalat), pusat
pertemuan islam untuk membicarakan
DAFTAR PUSTAKA
MOH.E.AYUB, Manajemen Masjid. Jakarta. GEMA
INSANI.1996